Utama

Mukadimmah

Kota Tanjungpinang merupakan Kota yang sarat akan sejarah budaya dan istiadat Melayu.Kondisi geografisnya yang terdiri dari kepulauan merupakan keistimewaan bagi Kota Tanjungpinang. Dari sejarah kepulauan ini terungkap bahwa sejarah Melayu berakar pada kota ini.Keterkaitan sejarah tidak hanya dengan sejarah kerajaan lingga, Kerajaan Melaka dan kerajaan yang berlokasi di kota Piring, akan tetapi juga memiliki hubungan dengan kerajaan-kerajaan di Jawa dan Bugis. Bagian dari kota Tanjungpinang yang mempunyai peran penting dalam kesejarahan adalah Pulau Penyengat. Pulau ini tidak besar, hanya seluas 3,5 km2 akan tetapi didalamnya terdapat banyak peningalan berupa potensi cagar budaya yang berwujud bangunan-bangunan arsitektural, makam dan situs. Pulau Penyengat terletak juga pada lokasi yang sangat strategis, yaitu di lewati oleh jalur transportasi laut Tanjungpinang - Batam dan keberadaannya yang kaya serta letaknya yang strategis.

Topografi

Pulau Penyengat memiliki kondisi topografi berbukit - bukit dengan beberapa bukit yang menurut sejarahnya oleh Raja Haji di jadikan kubu penting sebagai pertahanan untuk melawan belanda , yaitu Bukit Penggawa, Bukit Tengah dan Bukit Kursi. Kemiringan lahan di Pulau Penyengat adalah datar sampai berombak, yaitu antara o - 8% untuk daerah datar, yaitu di Kampung Jambat, Kampung Baru sebelah Barat.

Ketinggian Pulau Penyengat dari permukaan laut adalah berkisar antara 0 - 15 meter dpl terdapat di seluruh Kampung (Kampung Jambat, Datuk, Baru, Ladi dan Bulang), ketinggian antara 20 - 25 meter dpl terdapat di Kampung Datuk ,Baru,Ladi dan Bulang, sedangkan ketinggian antara 45 - 50 meter dengan interval ketinggian sekitar 5 meter, terdapat di kampung Ladi dan Kampung Bulang.

Geologi

Kondisi tanah di Pulau Penyengat didominasi oleh pasir bercampur kerikil, sedangkan pantainya tergolong landai, berlumpur dan diselangi dengan batu karang. Kondisi texture tanah di Pulau Penyengat menunjukan karakteristik tanah menurut tingkat kehalusan tanah, yaitu sebagaian besar berupa tekstur tanah sedang dan memiliki luas 95% dari keseluruhan luas kawasan Pulau Penyengat.

Hidrologi

Kondisi air tanah yang dimiliki Pulau Penyengat cukup baik karena memiliki kandungan air tawar yang cukup tinggi dengan kedalaman berkisar 4-5 meter dari permukaan tanah untuk daerah dataran rendah dan 12 meter untuk dataran tinggi.

Klimatologi

Pulau Penyengat memiliki suhu udara berkisar antara 18-17 C dan tekanan udara rata - rata antara 1.010,2MBS - 1.013,7MBS. Sedangkan kelembapan udara rata - rata antara 61-91% dan terdapat dua musim, yaitu musim hujan pada bulan Oktober sampai dengan Juni dan musim kemarau pada bulan Juli sampai dengan Agustus. Curah hujan yang ada di Pulau Penyengat, yaitu antara 630 mm/tahun sampai dengan 3050 mm/tahun atau sekitar 1,72 mm/hari sampai dengan 8.3 mm/hari.

Jumlah penduduk

No
RW

Jumlah Penduduk Tahun 2003

Nilai r atau angka pertumbuhan penduduk (%)
Hasil Proyeksi Penduduk
2008
2013
1.
I
415
1,35
579
808
2.
II
311
0,13
321
330
3.
III
525
0,78
546
770
4.
IV
480
1,94
776
1255
5.
V
484
1,88
771
1222
Total
2215
1,28
2993
4385

 

Contact Us | ©2008 U_9nd LA.Comp